10 Manfaat Menulis

menulis

Menulis dapat disebutkan susah-susah gampang. Mudah untuk mereka yang telah punya kebiasaan, cuma dalam hitungan tak kian lebih 15 menit mereka dapat menuangkan apa yang terpikirkan tertuang dalam sebagian halaman. Serta dikata sulit, karna banyak yang mengakui terasa kesusahan waktu mengungkap apa yang terpikirkan, topik ada, deskripsi umum ada juga, namun sebentar sesudah mengawali menulis, tangan berhenti, moodnya mandeg lagi, serta banyak yang malas menulis dikarenakan ini. Kenapa banyak yang engga menulis, apa sih argumen mereka, walau sebenarnya menulis mempunyai faedah yang besa? Argumen-alasan ini bakal penulis berikan pada saat lain.

esempatan ini penulis bakal mengulas sebagian faedah menulis, mudah-mudahan berguna serta berikan motivasi siapapun yang membaca coretan kecil ini. Sangat banyak faedah menulis, salah satunya :

1 Menghindar kepikunan.

Menulis erat sekali hubungannya dengan kerja otak. Seperti badan memerlukan berolahraga, serta hati perlu beribadah, otak juga perlu berolahraga. Serta berolahraga otak dengan melatihnya selalu berpikir positif.

Bagaimana supaya otak tetaplah berpikir positif, salah satunya dengan membiasakan menulis, mengungkap apa yang terpikirkan lewat tulisan, dengan kebiasan berikut otak selalu bekerja, terutama bila menulis satu tulisan ilmiah, otak semakin lebih bekerja lagi dalam menyatukan bermacam rujukan untuk jadi satu tulisan. bila selalu sekian. Jadi otak akan tidak pikun nanti, tak jadi pelupa di waktu tua, karna seperti pedang, makin kerap diasah serta dipakai, ia makin baik serta tajam, begitu halnya otak kita.

2 Instrumen perekam jejak sejarah.

Menulis yaitu satu dari demikian banyak instrumen perekam jejak sejarah, serta wasilah ini yang paling banyak menyebar serta gampang di bisa, kita mengetahui kehidupan beberapa nabi, ulama salaf, beberapa orang besar, asal usul satu negeri, serta yang lain yaitu lewat tulisan. Bila Kita akan merekam suatu hal, cukup tuang lewat tulisan. Berikut langkah classic yang takkan pernah tergantikan oleh apapun, menulis serta tulisan bakal senantiasa ada serta bakal tetaplah ada.

3 Instrumen untuk melindungi pengetahuan, pendapat, pemikiran, opini, serta alasant dari keraiban, serta untuk menebarkannya dengan cara lebih luas.

Tersebarnya bermacam madzab fiqih di iris dunia yaitu lewat tulisan serta usaha keras beberapa ulama dalam membukukan pendapat serta alasan mereka lewat menulis, tanpa ada kerja keras beberapa ulama untuk menulisnya, mungkin saja kita takkan pernah mengetahui pemikiran-pemikiran mereka.

Telah hal maklum kalau kemampuan otak mengingat suatu hal sangat terbatas, serta hanya satu jalan mengabadikan apa yang pernah terpikiran, terutama satu pengetahuan yang berguna untuk yang lain yaitu lewat menulis, hingga manusia-manusia super jenius juga tidak melupakan hal semacam ini, seumpama imam bukhori, imam muslim, imam ahmad, imam malik, ibnu hajar, imam thobari serta yang lain, mereka tidak cukup cuma memercayakan kemampuan hafalan serta ingatan dalam menyebarkan ilmunya, namun diperkuat lagi lewat tulisan. Serta mereka begitu memahami, memercayakan hafalan serta ingatan cuma terbatas pada usianya, serta di waktu umur selesai, selesai juga faedah pengetahuan yang sampai kini dipunyainya.

Mengenai tulisan selalu memberi faedah yang lain hingga bergenerasi banyak walau sang penulis telah lama tidak ada terkubur dalam tanah. Tulisan ini seperti dianya masih tetap hidup, selalu jadi guru serta dapat menyebarkan ilmunya pada yang lain.

4 Media dakwah yang begitu berguna.

Tulisan yaitu satu diantara media dakwah yang begitu berguna serta daya sebarnya begitu luas, terutama di jaman berteknologi mutakhir seperti saat ini. Kita dapat menulis satu pengetahuan, serta sebentar itu juga tulisan kita dapat di baca serta terambil faidahnya oleh mereka yang tinggal jauh di benua lain. Jadikanlah menulis satu kebiasaan sehari-harinya, media dakwah tanpa ada mesti terjun segera ke objek dakwah, baik menulis diatas kertas atau di lembaran-lembaran dunia maya.

Serta menulis ini bakal lengkapi usaha dakwah kita di orang-orang, karna hasil menulis berbentuk bebrapa pengetahuan yang terbukukan baik didunia riil atau dunia maya masih tetap dapat digunakan mereka di tempat tinggalnya semasing, di baca, ditelaah, diambil kesimpulan, serta dapat jadi bahan diskusi segera waktu ngaji berbarengan guru-gurunya. Menulis yaitu media dakwah yang tidak bisa di tinggal oleh mereka beberapa dai, beberapa penyeru kebenaran serta kebajikan.

Dengan menulis bermakna anda tengah cetak serta membina asistenmu, sesudah engkau tidak ada, hasil tulisanmu semasa hidupnya, dialah yang bakal jadi asisten serta penggantimu untuk menbarkan bebrapa pengetahuan yang kau punyai.

Leave a Reply